Kaca Spion (Rearview Mirror) -__ sedikit pelajaran hidup

Biker/s.

Someone who used a bike or motorcycle as a vehicle. A rider of a motorcycle.
I'm one of them :D
kenapa? karena belum bisa nyetir mobil hahahha !! Simple boook... (kalau udah bisa mungkin jadi Cars)

Nah jika anda adalah salah satu dari Bikers, maka sudah nggak asing dong dengan yang namanya Kaca Spion (Rearview Mirror). What's that ? Asked tulang goggle.

A rear-view mirror (Kaca Spion)

is a mirror in automobiles and other vehicles, designed to allow the driver to see rearward through the vehicle's backlight (rear windshield or windscreen) http://en.wikipedia.org/wiki/Rear-view_mirror.

Kaca Spion  merupakan sebuah kaca yang di desain untuk melihat bagian belakang dari pengendara pada saat mereka mengemudikan kendaraan mereka. Umumnya di sepeda motor kaca spion terletak di sebelah kanan dan kiri. Nah kalau di mobil ada tambahan kaca di bagian dalam mobil yang juga digunakan untuk melihat bagian belakang kendaraan.
Kenapa perlu kaca spion ? Para bikers tentunya tahulah yah? Simple!! mata kita adanya di depan, kita berjalan ke depan, jadi kita sangat terbatas untuk melihat apa yang dibelakang kita !!! (Hahahha maksa sekali pendapatmu Nak!).

Penggunaan kaca spion pertama kali disebutkan oleh  Dorothy Levitt tahun 1906 pada bukunya The Woman and the Car, dengan kegunaan yang lebih banyak dikhususkan bagi wanita. Menurut Dorothy para wanita harus membawa sebuah kaca kecil yang diletakkan di tempat yang tepat untuk membantu mereka melihat bagian belakang mobil mereka ketika sedang berkendara di kemacetan. Hal ini (kaca Spion) kemudian dikembangkan pada tahun 1914 untuk diproduksi pada kendaraan secara massal. 

Kaca spion menurut beberapa sumber adalah cermin cembung yang dipasang di mobil atau sepeda motor ataupun kendaraan lainnya yang berfungsi untuk melihat keadaan lalu lintas disekitar kendaraan kita khususnya yang ada di belakang. Jadi sangatlah penting selama mengemudi untuk sesekali melihat kaca spion, apalagi saat kondisi kendaraan mundur, belok, menyalip atau pindah jalur . Bentuk dan ukuran kaca spion berbeda-beda, tergantung ukuran kendaraan dan kebutuhan pengendara, karena setiap spesifikasi kendaraan memiliki ukuran titik buta tertentu dari sang pengendara.

Terlepas dari itu semua adanya kaca spion menurut saya tentunya dikhususkan untuk memberi kenyamanan dan keamanan pada pengendara dan orang lain.(Kalau salah, cobalah parkir tanpa kaca spion!!)

Jadi pentingkah kaca spion? bangettttt dong. 
Di Indonesia penggunaan kaca spion sudah diatur dalam UULAJ No 22 Thn 2009 pasal 285 ayat (1) 
dimana  
Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).
 Jadi wajib untuk ditaati lho pemasangan kaca spion, dan wajib untuk dipasang dan digunakan.

Lalu ada apa nak, dengan kaca spion???
sepanjang hampir 10 tahun menjadi bikers, saya sangat bergantung dengan kaca spion !!. Karena tumbuh di kota kecil yang sangat ketat dalam aturan berkendara, saya sudah diajarkan dan dituntut dari awal bahwa kelengkapan dalam berkendara adalah hal yang penting. Kaca Spion harus dipasang lengkap dan tanpa cacat (harus DUA!!!). 
Aturan yang ketat itu kemudian membiasakan saya untuk menggunakan kaca spion sebagaimana fungsinya, dan pada akhirnya saya terbiasa dengan kaca spion yang harus lengkap dan wajib menggunakan kaca spion untuk menghindari kecelakaan ataupn merugikan kendaraan lain.

But, Something happen after i moved out from my safeheaven to bekasi!!! :D It's totally differrent brada!!!
Di era sekarang mungkin saya tidak perlu terlalu menggambarkan bagaimana kejamnya jalanan jabodatabek dan perilaku para rider yahhhh... (akan kita bahas di chapter selanjtnya)
Intinya adalah Ini kaca Spionku, mana kaca spionmu??
Di jabodetabek ini, menurut saya kaca spion identik dengan aksesoris cantik kendaraan bermotor. Yah lucu2 sie bentuknya,nih coba lihat beberapa contoh

Image result for kaca spion motor
Bentuk Segi Lima 








Bentuk Bulat (model Scoopy)


Image result for kaca spion motor
Bentuk Sekop

Dan masih banyak lagi dengan pilihan warna dan ukuran. Pokoknya kreatif banget !!!. Sampai saat ini saya masih mencoba mencari aturan resmi tentang ukuran dan bentuk, semoga ketemu! kita bahas di lain post yahhh...

Nah, terlepas dari itu semua, yang sedikit mengganjal di benak saya lebih pada masalah penggunaan. 
Sebelumnya sudah dijelaskan tentang fungsi dari kaca spion bukan ?, jadi tentu tahu apa kegunaan idealnya.

Nyatanya, apakah sudah digunakan secara ideal? Jujurlah padaku..... * ambil mic :P
Sekedar mengungkapkan gejolak hati, hari ke hari kaca spion menurut saya hanya digunakan sebagai aksesoris belaka, intinya yah supaya kendaraan laik jalan dan jauh daripada tilang !! (semoga ini hanya saya yang melakukan)
kira-kira berapa banyak yah yg menggunakan kaca spion untuk menjaga jarak, keamanan dan kenyamanan bagi kita dan pengendara lain ? jikalau ingin mendahului kendaraan di depan kita, perlukah kita menggunakan kaca spion sebagai warning??? jika ingin belok, masih "in" nggak yah liat spion?  (Silahkan jawab dalam hati)
* yah adalah sedikit gunanya,..  buat benerin make up di TKP atau kalau mau kondangan :D

Kalau Jawaban Pribadi : PERLU. Karena kita berkendara tidak sendirian, jalanan ini bukan JALAN NENEK MOYANG ELUUUUUU (nggak pake teriak, ini cuma huruf besar) :D. Di sekitar kita terdapat pengendara lain, yang punya hak yang sama untuk berkendara di jalan yang kita lalui.
penggunaan kaca spion bagi saya adalah manner dalam berkendara yang membawa dampak positif bagi orang lain, Yahhhh manner tetapi juga tanggungjawab hukum lhooo (Inget tuh UULAJ). dengan adanya kaca spion kita jadi lebih waspada, hati-hati, dan nyaman.

Dalam berbagai seminar, kaca spion juga sering dianalogikan sebagai bagian masa lalu. Nah, menurut para pembicara-pembicara super, kehidupan manusia yah layaknya kendaraan. Ada alat yang dapat digunakan untuk melihat masa lalu, supaya kita bisa mengevaluasi dan menginstropeksi diri. Analogi kemudian dilanjutkan adanya kaca depan dr mobil yang lebih besar dengan tujuan bahwa seharusnya manusia lebih fokus melihat masa depan dan bukannya terus2an lihat ke belakang :D. MOVE ON AND LET GO beib...

Itu benar !, tapi ada pelajaran lain yang juga saya dapatkan soal SPION belakangan ini...
apa itu ? tentang keamanan dan kenyamanan dalam menghadapi hidup sih
Maksudnya ? seperti orang yang berkendara, selayaknya kita tentunya ingin terus maju kan hingga sampai ke tempat tujuan. Jalan yang kita lalui tentunya beragam, lurus belok, zigzag, muter2, potong kompas, puter balik, lajut terus dan sebagainya, yah tidak diam di tempat lah. Ada tujuan yang ingin kita capai, dan hal itu terlihat jelas melalui kaca depan kita
Nah, dalam perjalanan itu bagaimanakah kita bersikap? apakah kaca spion digunakan ketika ingin belok, mendahului, putar balik dsb.?
Sudahkah kita memberikan keamanan dan kenyamanan untuk diri kita dan orang lain? atau kebanyakan selap-selip sesuka hati, bodo teuing sama orang belakang, samping depan! yang penting nyampe!. (FF 7 mah lewattt)

Terlepas bahwa hidup adalah sebuah perjuangan dan kompetisi. Saya masih meyakini bahwa kita tak sendirian. Ada orang-orang di sekitar kita dengan kendaraan dan tujuan masing-masing. Tapi dengan akal budi yang kita punya sudah seharusnya kita menggunakan kaca spion kita dengan baik bukan. Karena masing-masing kita punya titik buta, yang menandakan keterbatasan.
Penting bagi kita untuk melihat ke depan agar tujuan kita tercapai, tetapi jika kita tidak melihat sedikit saja pada kaca spion, mungkinkah kita jatuh atau menjatuhkan orang lain bahkan orang banyak ?
hidup tidak seegois itu bukan?

In the bussiness world, the rearview mirror is always clearer than the windshiled
-- Warren Buffet





Comments